Guruh Soekarnoputra tengah menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta, setelah kondisi kesehatannya membuuk. Seniman dan budayawan tersebut dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri.
Keponakan Guruh, Didi Mahardika, mengungkapkan pamannya sempat mengalami kejang sebanyak tiga kali sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Guruh kini masih berada dalam penanganan dan pengawasan intensif tim dokter.
0 https://youtube.com/shorts/9z992rHjy0U?si=z5i8uYxgMBjbIzX9
“Guruh Soekarnoputra sedang dirawat di ICU sudah kritis tidak sadar dan tiga kali kejang. Mohon doanya,” kata Didi.
https://vt.tiktok.com/ZSbYe6r4v/
Kondisi kesehatan Guruh disebut telah mengalami gangguan selama sekitar satu tahun. Sebelum dirawat di RS Siloam Semanggi, ia sempat menjalani perawatan selama kurang lebih empat minggu di RS Medistra Jakarta. Kondisinya sempat membaik, tetapi kemudian kembali menurun.
Lihat video supriyadi wartawan! #TikTok Buka TikTok untuk menonton postingan @supriyadi wartawan https://vm.tiktok.com/ZSbYC6VM7/ Postingan ini dibagikan via TikTok Lite. Unduh TikTok Lite untuk menikmati postingan lainnya: https://www.tiktok.com/tiktoklite
Hingga kini, pihak keluarga belum mengungkap penyakit atau diagnosis yang dialami Guruh. Keluarga meminta agar informasi mengenai penyakit tersebut untuk sementara tidak disampaikan kepada publik.Di tengah kondisi tersebut, Guruh tetap dikenal melalui perjalanan panjangnya sebagai seniman. Ia berkarya di berbagai bidang, mulai dari musik, tari, koreografi, hingga film, dengan sejumlah karya yang menjadi bagian dari perjalanan seni dan kebudayaan Indonesia.
Bernama lengkap Muhammad Guruh Irianto Sukarno Putra, Guruh lahir di Istana Merdeka, Jakarta, pada 13 Januari 1953.
Sejak usia dini, ia mempelajari sejumlah tarian tradisional Jawa, Sunda, Bali, dan Minang. Ketika remaja, ia mulai mengarang lagu dan membentuk band The Beat-G pada 1965.
https://vt.tiktok.com/ZSbYe6r4v/
https://vm.tiktok.com/ZSbYCvjx7/
Perjalana Seni Guruh Soekarnoputra
Ketertarikan Guruh terhadap seni semakin berkembang pada akhir 1960-an. Pada periode 1969–1972, ia berguru kepada sejumlah seniman dalam bidang tari dan musik tradisional, termasuk beberapa maestro tari dan gamelan Bali.
Selain itu, Guruh mempelajari musik dari komponis Mochtar Embut dan Ismail Marzuki. Pada 1970, ia membentuk band The Flower Poetman.
Aktivitas seninya juga berlangsung di berbagai tempat. Guruh aktif di Taman Ismail Marzuki, bergabung dengan kelompok gamelan Bali, mengikuti latihan teater di Teater Kecil pimpinan Arifin C Noer, serta mengorganisasi kelompok angklung dan gamelan Jawa.
Ketika menempuh pendidikan di Universiteit van Amsterdam, Belanda, Guruh tetap menjalankan aktivitas kesenian. Pada 1973, ia menjadi anggota kelompok gamelan Jawa dan Bali di Tropen Museum, Amsterdam.
Lihat video supriyadi wartawan! #TikTok Buka TikTok untuk menonton postingan @supriyadi wartawan https://vm.tiktok.com/ZSbYC6VM7/ Postingan ini dibagikan via TikTok Lite. Unduh TikTok Lite untuk menikmati postingan lainnya: https://www.tiktok.com/tiktoklite
Guruh Gipsy dan Eksperimen Musik
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan musik Guruh adalah album Guruh Gipsy. Setelah kembali dari Belanda pada 1975, ia bereksperimen dengan memadukan gamelan Bali dan musik Barat.
https://vm.tiktok.com/ZSbYCvjx7/
Album tersebut diluncurkan pada 1976 dengan melibatkan sejumlah musisi, antara lain Keenan Nasution, Chrisye, Roni Harahap, Oding Nasution, dan Abadi Soesman. Guruh sendiri memainkan piano dan gamelan.
Proses rekamannya berlangsung secara bertahap sejak 1975 hingga 1976. Beberapa lagu dalam proyek tersebut, antara lain Geger Gelgel, Barong Gundah, Smaradhana, Indonesia Maharddhika, Janger 1897 Saka, dan Chopin Larung.Deretan Lagu Karya Guruh Soekarnoputra
Produktivitas Guruh sebagai pencipta lagu terus berlanjut setelah proyek Guruh Gipsy. Salah satu karyanya yang meraih prestasi adalah Renjana, yang berarti rasa hati yang kuat atau rindu.
Lagu tersebut memenangkan Festival Nasional Cipta Lagu Populer Indonesia dan kemudian mewakili Indonesia dalam World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang.
Sejumlah karya Guruh lainnya, antara lain Galih dan Ratna, Gita Cinta, Anak Jalanan, Lenggang Puspita, Sendiri, dan Marlina.
Guruh juga terlibat dalam penggarapan musik film. Pada 1977, ia tercatat sebagai ilustrator musik film layar lebar Ali Topan Anak Jalanan.
Lagu Kembalikan Bali Padaku
Pada 1987, Guruh menghasilkan lagu Kembalikan Bali Padaku yang dinyanyikan Jopie Latul. Lagu tersebut mendapat perhatian dalam Festival Cipta Lagu Populer Indonesia dan kembali mewakili Indonesia dalam World Popular Song Festival di Tokyo.
Karya tersebut memadukan unsur seni tradisional Bali dengan musik disco dan rock. Perhatian Guruh terhadap seni Bali juga terlihat dari dokumentasi mengenai penggunaan tarian Gending Selisir yang merupakan karyanya.
Guruh sebagai Koreografer
Guruh tidak hanya berkarya melalui musik, tetapi juga mengembangkan seni tari melalui Swara Maharddhika. Organisasi pemuda tersebut didirikan pada 1977 dan kemudian berkembang menjadi wadah aktivitas seni dan budaya bagi remaja.
Melalui Swara Maharddhika, Guruh memadukan tari tradisional Indonesia dengan tari modern Barat. Ia juga berperan sebagai koreografer, komposer, dan sutradara dalam sejumlah pergelaran.
Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra pertama digelar pada 1979. Pertunjukan tersebut kemudian diikuti Untukmu Indonesiaku pada 1980, Cinta Indonesia pada 1984, dan Gilang Indonesia Gemilang pada 1986.Kiprah Guruh di Dunia Film
Guruh juga terlibat dalam dunia film sebagai aktor. Pada 1985, ia memerankan Sunan Muria dalam film Wali Songo. Arsip ANRI turut mencatat dokumentasi mengenai film tersebut serta film Kuantar ke Gerbang pada 1982.
Keterlibatannya di bidang perfilman melengkapi kiprah Guruh Soekarnoputra sebagai seniman yang tidak hanya menciptakan lagu, tetapi juga menggarap ilustrasi musik, koreografi, dan seni peran.
Thomas Djorghi kenang Guruh Soekarnoputra yang senang membaca
26 September 2026 17:47 WIB
Thomas Djorghi kenang Guruh Soekarnoputra yang senang membaca
Penyanyi Thomas Djorghi saat menghadiri pemakaman seniman dan budayawan Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Penyanyi Thomas Djorghi membagikan kebiasaan mendiang Guruh Soekarnoputra yang jarang diketahui oleh khalayak umum.
Sebagai orang yang sangat dekat dan pernah tinggal menetap di kediaman Guruh, Thomas mengungkapkan satu kebiasaan harian putra bungsu Bung Karno tersebut yang paling membekas di ingatannya, yakni kecintaan mendalam pada buku.
“Jadi ya Mas Guruh jadi tahu dia orangnya hobi baca dan nyatanya bukunya banyak. Dia suka baca buku, terus suka berdiskusi soal buku, gitu,” jelas Thomas usai upacara pemakaman Guruh Soekarnoputra di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta, Sabtu.
Saat ditanya kisaran jumlah koleksi buku yang dimiliki Guruh, Thomas menegaskan bahwa Guruh memiliki perpustakaan pribadi sebesar dua lantai rumahnya.Thomas juga menceritakan proyek kolaborasi terakhir mereka pada tahun 2023 silam, saat ia merilis ulang lagu klasik ciptaan Guruh yang berjudul “Marlina”.
Dia mengaku bangga karena Guruh secara langsung memberikannya izin untuk kembali merilis lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh almarhum Chrisye.
“Nah, saya nyanyikan lagu ‘Marlina’ di single saya. Dan minta izin ke Mas Guruh dulu dong. Nah, akhirnya Mas Guruh terlibat di video klip untuk lagu ‘Marlina’,” ujar Thomas.
Di mata Thomas, Guruh adalah seniman legendaris yang karyanya tidak pudar oleh perubahan zaman.
“Dari saya kecil, saya tahu karya-karya Mas Guruh. Sampai saya terlibat di karya Mas Guruh satu kebanggaan tersendiri buat saya,” pungkas Thomas.
