TRIBUNMETRO.COM, Jakarta — Menjelang momentum lima abad Kota Jakarta, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar rapat untuk membahas berbagai gagasan strategis terkait masa depan Jakarta sebagai kota global yang tetap menjunjung tinggi nilai religius dan keberadaban.
Rapat tersebut dipimpin oleh jajaran Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta dan dihadiri sejumlah tokoh serta pemangku kepentingan. Di antaranya Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta Ustaz Eki Pitung atau M. Rifqi, Ketua Umum MUI DKI Jakarta Gus Faiz, Ketua DPRD DKI Jakarta Ustaz Dr. Suhud, Ketua KADIN DKI Jakarta Nadia, Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, serta jajaran pimpinan dan pengurus MUI DKI Jakarta.
Ustaz Eki Pitung menyampaikan bahwa perjalanan Jakarta menuju usia lima abad menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter kota. Menurutnya, predikat sebagai kota global perlu berjalan beriringan dengan nilai agama, budaya, etika, dan kehidupan sosial masyarakat.
“Jakarta menyongsong lima abad sebagai kota global yang religius dan beradab,” menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur dalam rapat Dewan Pertimbangan MUI DKI Jakarta juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menghadapi perubahan Jakarta.
Jakarta yang semakin terbuka terhadap perkembangan ekonomi dan globalisasi diharapkan tetap memiliki identitas yang kuat. Nilai religiusitas dan keberadaban menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan perkotaan yang harmonis.
Melalui forum tersebut, MUI DKI Jakarta terus mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Jakarta, khususnya dalam menyambut perjalanan menuju lima abad sebagai kota global yang maju sekaligus berkarakter.
